Ahli Konstruksi didorong Bersertifikat ACPE dan AA

06 November 2018



Jakarta – Tenaga ahli konstruksi di tanah air didorong untuk memiliki sertifikat ASEAN Chartered Professional Engineer atau ACPE bagi konsultan dan ASEAN Architect atau AA bagi seorang arsitek. Kedua sertifikat ini penting untuk memperkuat daya saing di era MEA saat ini.

“ACPE dan AA itu tiket untuk masuk seorang tenaga ahli agar bisa bekerja di seluruh negara ASEAN,” ujar Pengurus LPJK Nasional Sjahrial Ong dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (6/11/2018) terkait Coordinating Committee on Services (CCS) ke-91 yang diselenggarakan di Kempinsky Hote, Nay Pyi Taw, Myanmar.

Menurut Ong, syarat utama untuk mendapatkan sertifikat tersebut adalah memiliki pengalaman kerja minimal tujuh tahun di bidang konstruksi. Selain itu, dalam kurun waktu tujuh tahun tersebut, terdapat dua tahun pengalaman yag bersifat teknis, yakni sebagai perencana, pelaksana maupun pengawas.

Syarat lain yang yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat adalah harus memiliki sertifikat tingkat nasional, yakni Sertifikat Keahlian (SKA).

Sebagaimana diketahui, CCS merupakan bagian dari tindak lanjut kesepakatan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) yang digelar di Bangkok, Thailand pada 15 Desember 1995. Dari kesepakatan tersebut, dibentuklah CCS yang memiliki tugas menyusun modalitas untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa dalam kerangka AFAS yang mencakup 8 sektor, yakni jasa angkutan udara dan laut, jasa bisnis, jasa konstruksi, jasa telekomunikasi, jasa pariwisata, pasa keuangan, jasa kesehatan dan jasa logistik.

Dalam CCS ke-91 ini, delegasi dari LPJK Nasional diikuti oleh Sjahrial Ong sebagai PRA, Didi Haryadi dan Jimmy S. Juwana perwakilan dari IMC Arsitek dan Krishna S. Pribadi dan M. Singgih perwakilan dari IMC Engineer.


Related News: