Gelar FGD, LPJK Provinsi DKI Siapkan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi

11 April 2019


fgd dki lpjk nasional

Jakarta, LPJK.net – Untuk mendukung program pengembangan SDM konstruksi, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruks Provinsi DKI Jakarta (LPJKP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan modul pelatihan berbasis kompetensi bidang konstruksi di Best Western Premier The Hive, Jakarta, Kamis, (11/4/2019).

FGD dibuka oleh Direktur Kompetensi Direktorat Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ober Gultom dan dihadiri sejumlah pimpinan tinggi dari Kementerian ESDM, Kementerian Tenaga Kerja dan Asisten Pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua LPJK Nasional, Ruslan Rivai yang turut hadir memberikan sambutan menuturkan bahwa saat ini kebutuhan pasar konstruksi terhadap tenaga kerja cukup tinggi. Hal ini, menurut Ruslan terjadi karena pesatnya pembangunan infrastruktur di tanah air.

“Kebutuhan terhadap tenaga kerja yang berkualitas untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur di Indonesia wajib kita dukung. Caranya adalah, kita bersama-sama berikan bekal kompetensi kepada SDM konstruksi kita,” ujar Ruslan.

Ditambahkan oleh Ruslan, saat ini LPJK dan Kementerian PUPR telah sepakat untuk mengejar target 512 ribu sertifikasi pada 2019. Oleh karena itu, ia berharap agar FDG yang diadakan LPJKP DKI Jakarta ini akan menghasilkan modul yang berkualitas. Karena modul ini nantinya akan bermanfaat untuk memberikan pelatihan kepada tenaga kerja konstruksi kita.

“Saya benar-benar berharap FGD hari ini akan menghasilkan modul yang berkualitas. Modul ini nantinya akan jadi bekal untuk memberikan pelatihan kepada SDM konstruksi kita di luar sana,” pesan Ruslan.

Dalam forum ini Ruslan juga menjelaskan tentang Surat Edaran (SE) No. 6 Tahun 2019 tentang penerapan penggunaan sertifikat digital yang diterbitkan oleh Kementerian PUPR. Ruslan berpesan bahwa di awal penerapan, akan ada penyesuaian sistem.

“Di awal penerapan sistem sertifikat digital, tentu akan banyak penyesuaian. Mulai dari penyesuaian sistem dan penyesuaian budaya kerja. Jadi, mari kita dukung penyesuaian ini,” tutup Ruslan.


Related News: