Hadir di Trenchless Asia 2019, LPJK Nasional akan Hadirkan 22 Materi Seminar/Workhsop

11 Juli 2019


Trenchless Asia 2019 LPJK Nasional dan Kementerian PUPR

Jakarta, LPJK.net – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) akan mengikuti Trenchless Asia 2019 yang akan digelar di Jakarta International Expo Kemayoran (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Pameran teknologi yang akan digelar pada 17-18 Juli 2019 ini merupakan upaya LPJKN untuk ikut mendorong peran serta tenaga ahli kontruksi untuk belajar ilmu baru dari berbagai negara yang menjadi peserta pameran.

“Pameran teknologi Trenchless pertama kalinya akan digelar di Indonesia, setelah tahun 2018 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Ini jadi kesempatan bagus untuk tenaga ahli di tanah air untuk belajar hal baru,” ungkap Ruslan Rivai di depan wartawan dalam konferensi pers yang digelar di media center Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (11/7/2019).

Menurut Ruslan, teknologi Trenchless ini akan membuka pasar persaingan di dunia konstruksi. Pasalnya, menurut Ruslan, teknologi Trenchless ini belum banyak dipakai di bisnis konstruksi. Padahal, menurut Ruslan, teknologi ini sangat cocok diterapkan di kota-kota besar yang pada penduduknya, seperti di Jakarta. Teknologi ini juga mampu meminimalisir gangguan lingkungan, seperti pemasangan kabel dan pipa yang harus dipasang secara rumit di bawah permukaan tanah.

Ruslan secara khusus juga menggarisbawahi tentang belum adanya badan usaha di Indonesia yang memiliki spesialisasi pekerjaan di bawah tanah seperti Trenchless. Menurut Ruslan, saat ini terdapat kurang lebih 125 ribu kontraktor. Untuk kontrator spesialis, dari data LPJKN terdapat 5.600.

“Dari jumlah 5.600 kontraktor spesialis ini, belum ada satupun spesialisasi pekerjaan bawah tanah. Karena, memang subklasifikasi yang diterbitkan oleh pemerintah belum ada. Tahun ini, di UU No. tahun 2017, spesialisasi ini masuk ke dalam pekerjaan bangunan sipil bawah tanah,” ujar Ruslan.

Karena itulah menurut Ruslan, workshop yang akan digelar LPJKN di JIEXPO Kemayoran, Jakarta ini akan menjadi peluang bagus bagi para tenaga ahli dan badan usaha untuk belajar hal baru dari negara lain dan otomatis akan memperluas jaringan.

“Tentu kita tidak ingin negara kita terus-terusan melakukan import tenaga ahli. Justru LPJK dan Kementerian PUPR yang akan mewujudkan badan usaha dan tenaga ahli yang memiliki spesialisasi pekerjaan bawah tanah,” ungkap Ruslan.

Selain diikuti puluhan media, siaran pers yang digelar di media center Kementerian PUPR ini juga dihadiri oleh Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Kimron Manik, Managing Director Trenchless Asia 2019 Paul Harwood dan Pengurus sekaligus Ketua Komite Komite Luar Negeri LPJKN Syahrial Ong.

Sebagai informasi, workshop yang digelar di JIEXPO, tepatnya di Hall D2 ini akan membahas 22 tema yang semuanya berkaitan dengan teknologi Trenchless. Narasumber yang akan mengisi workshop ini berasal dari Kementerian PUPR, PT PLN (Persero), Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Wijaya Karya Tbk (Persero), PT Hutama Karya Tbk (Persero), Himpunan Ahli Manajemen Konstruksi Indonesia Indonesia (HAMKI), dan PT Bina Karya (Persero).

 


Related News: