Inovasi Pembangunan Terowongan harus terus Didorong

18 Juli 2019


Pembangunan-Terowongan-di-Indonesia-Seminar-LPJK-Trenchless-Asia-2019-jiexpo.jpeg-01

Jakarta, LPJK.net – Terowongan merupakan salah satu alternatif teknologi konstruksi prasarana transportasi di daerah pegunungan atau untuk melintas di bawah laut, dan memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan jaringan transportasi di Indonesia. Selain itu terowongan juga menjadi salah satu pilihan solusi teknologi konstruksi dalam pengembangan infrastruktur transportasi perkotaan.

Materi tentang terowongan ini dibahas dengan menarik oleh Maulidya Indah Junica, salah satu expert dari Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) dalam seminar Trenchless Asia 2019 hari kedua, Kamis, (18/7/2019) di conference room 4, Hall D2, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Maulidya, tantangan pembangunan terowongan cukup beragam. Selain tingginya biaya konstruksi, tantangan lainnya adalah pada letak geografis Indonesia yang berada di jalur gempa. Indonesia berada di jalur gempa, dengan jalur tumbukan tektonik lempeng di beberapa pulau di Indonesia, seperti lempeng India-Australia, lempeng Eurasi, dan lempeng Pasifik.

“Tantangan pembangunan terowongan di negara kita itu beragam. Jadi tidak hanya soal biaya konstruksi yang berlipat, namun tantangan geografis Indonesia karena jadi jalur tumbukan tektonik gempa,” papar Maulidya.

Selain itu, menurut Maulidya, sebuah pembangunan terowongan tidak cukup hanya melihat aspek konstruksi saja. Aspek estetika, misalnya, menurut Maulidya jadi sebuah pertimbangan penting yang harus dipikirkan para ahli terowongan.

“Di luar negeri sana, terowongan ada yang mencapai 25 km lebih. Di tiap 5 km, terowongan akan didesain sedemikian rupa, supaya pengendara ada “gangguan” sehingga tidak mengantuk, jadi lebih fokus,” pungkas Maulidya.


Related News: