LKPP Bersama LPJKP Gelar Pengembangan Kapasitas Penyedia Barang/Jasa

01 Agustus 2019



Jakarta, LPJK.net – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Direktorat Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional dengan menggandeng Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Barat(LPJKP Jabar) menggelar diskusi Practitioners Panel dalam menghadapi Free Trade Agreement(FTA) di Hotel Homann, Bandung, (23/7/2019).

Diskusi Practitioners Panel diikuti oleh asosiasi dan penyedia yang terdiri dari penyedia jasa konstruksi, jasa konsultansi, dan penyedia lainnya di bawah Binaan LPJKP Jabar. Narasumber yang hadir antara lain Antonius Lambok Sihombing, Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional, Syahrial Ong dan Khrisna S Pribadi dari LPJKN serta Hambali dari LPJKP Jawa Barat.

LKPP ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam menegosiasikan akses pasar pengadaan barang/jasa pemerintah dalam kerangka I-EU CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement). LKPP terlebih dahulu harus mengidentifikasi berbagai bentuk transitional measuresyang dapat digunakan oleh Indonesia sebagai developing countriesuntuk meningkatkan daya saing penyedia lokal dan mewujudkan tujuan pengadaan barang/jasa pemerintah di Indonesia,” ungkap Anton

Sementara itu, Khrisna Wakil Ketua LPJK Nasional menyampaikan bahwa salah satu tugas LPJKN adalah melakukan dan mendorong pendidikan dan pengembangan jasa konstruksi. Berkembangnya jasa konstruksi di Indonesia akan meningkatkan daya saing penyedia nasional di pasar pengadaan luar negeri. Hal ini selaras dengan rencana pembukaan akses pasar apabila kelak Indonesia benar-benar terjun dalam FTA open market access.

Implementasi kesepakatan perdagangan bebas tentunya membawa konsekuensi terhadap daya saing produk dan penyedia dalam negeri, baik daya saing di pasar internasional maupun daya saing di pasar domestik (termasukrantaipasok). Jika tidak mampu bersaing, maka akan banyak perusahaan/penyedia dalam negeri yang gulung tikar, namun jika mampu bersaing maka akan mendapatkan pasar baru.

 

 

 


Related News: