Lounching Konstruksi Indonesia 2019

11 September 2019



Gelaran Konstruksi Indonesia akan segera berlangsung tanggal 6 sampai dengan 8 November 2019, yang bertempat di Jakarta International Expo Hall A dan area luar ruangan (outdor), acara ini menempati area indoor 5000 meter dan outdor 4000 meter, dengan peserta international diantaranya India, Korea, Malaysia, RRT, Singapura, Taiwan, dan peserta domestik atau lokal, target peserta yang akan menghadiri atau berkunjung kurang lebih 12.000 selama 3 hari acara. Pada acara lounching tersebut dipaparkan tentang “Rantai Pasok Konstruksi 4.0 dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur” yang disampaikan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Burhanudin, yang membuka Launching Konstruksi Indonesia dengan tema “Rantai Pasok Konstruksi 4.0 dalam Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Indonesia”, di Jakarta, Selasa (10/9). 

Pada kesempatan itu pula burhanudin menjelaskan permasalahan dalam pengelolaan rantai pasok konstruksi diantaranya  belum adanya informasi kebutuhan(demand) material dan peralatan konstruksi yang akurat dan komprehensip, masih terjadi kelangkaan dan kemahalan material dan peralatan konstruksi, masih tingginya ketergantungan impor, sistem pendukung logistic yang belum merata, dan belum adanya regulasi yang khusus mengatur rantai pasok material dan peralatan konstruksi.

Hadir pula ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai yang menyampaikan bahwa semua entitas (Badan usaha dan tenaga kerja) konstruksi dalam rantai pasok konstruksi  harus terjamin kemampuan dan kompetensinya maka standarisasi sertifikasi diterapkan untuk menjaga mutu proses dan mutu produk sertifikasi.

Konstruksi Indonesia 2019 merupakan ajang pertemuan antara pemerintah, investor, dan industry Jasa Konstruksi untuk pembenahan “arus informasi” rantai pasok konstruksi Nasional melalui teknologi informasi.


Related News: