K3I Ajang Pengakuan Tenaga Kerja Konstruksi

07 November 2019



Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin secara resmi membuka kegiatan Kompetisi Keterampilan Konstruksi Indonesia (K3I) dalam rangkaian kegiatan Konstruksi Indonesia 2019 Jakarta. Rabu, (6/10).

Ajang kegiatan K3I ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pengakuan kepada mereka yang selama ini berkiprah dan bekerja sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kebutuhan sarana prasarana fisik berupa suatu bangunan yang sesuai dengan tuntutan kualitas, kuantitas, keselamatan dan kesehatan, serta keamanan, kenyamanan dan keindahan. Disamping itu, melalui ajang ini juga untuk mengetahui bibit-bibit unggul dari berbagai daerah yang selama ini telah berkiprah di sektor konstruksi namun kurang diketahui eksistensinya. Hal ini menjadi kesempatan yang sangat bagus untuk mempublikasikan kepada masyarakat luas bahwa keberadaan tenaga kerja konstruksi sangat penting dan diperlukan.

Peserta adalah Para Tenaga Kerja Konstruksi yang berasal dari 20 (dua puluh) provinsi. Setiap provinsi terdiri dari 7 (tujuh) orang dengan jabatan kerja :

  1. Pelaksana Lapangan Bangunan Gedung
  2. Aplikator Rangka Baja Ringan
  3. Instalatur Plumbing
  4. Instalatur Listrik
  5. Tukang Pasang  Dinding Gypsum
  6. Tukang Batu/Pasang Keramik
  7. Tukang Cat

Adapun 20 (dua puluh) provinsi dimaksud yakni sebagai berikut :
No. Provinsi

  1. Nanggroe Aceh Darussalam
  2. Sumatra Utara
  3. Jambi
  4. Lampung
  5. DKI Jakarta
  6. Jawa Barat
  7. Jawa Tengah
  8. Daerah Istimewa Yogyakarta
  9. Jawa Timur
  10. Bali
  11. Nusa Tenggara Barat
  12. Kalimantan Barat
  13. Kalimantan Timur
  14. Kalimantan Utara
  15. Sulawesi Utara
  16. Gorontalo
  17. Sulawesi Barat
  18. Maluku
  19. Maluku Utara
  20. Papua Barat

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, Direktur Pengadaan Jasa Konstruksi Sumito, Direktur Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Putut Marhayudi, Ceo Tukang.com. Aziz Hartanto.


Related News: