One Day Seminar Construction 4.0 and Construction Industry Developmen

22 Januari 2020



Dirjen Bina Konstruksi Bapak Syarif Burhanudin membuka secara resmi One Day Seminar Construction 4.0 and Construction Industry Development, turut hadir Ketua LPJK nasional Ruslan Rivai beserta jajaranya, Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan “Expert Panel dari praktisi dan akademisi diharapkan memberikan atau menyumbangkan gagasan dan narasi yang membumi (executable) atau usulan rencana aksi yang konkrit (low hanging fruits) bagi hadirnya profesionalisme di sector konstruksi., dihadir 127 Peserta dari berbagai kalangan baik akademisi, praktisi, pemerintahan, dosen, mahasiswa dan dari masyarakat jasa konstruksi, Bandung (21/01/2020).

Konstruksi 4.0 adalah kata kunci lain bagi kita hari ini karena diyakini menjadi salah satu solusi untuk industri konstruksi kita yang tidak efisien dan tidak produktif. Topik seminar ini penting karena industri konstruksi yang efisien dan produktif akan mendorong perekonomian nasional kita sejak lima tahun terakhir menyumbang hampir 10% terhadap PDB nasional kita. Skibniewski akan berbagi upayanya dalam otomatisasi konstruksi dan pengalamannya dalam kolaborasi penelitian dengan beberapa universitas di seluruh dunia dalam mengimplementasikan konstruksi 4.0.

Sementara itu, Dr. Chan akan berbicara tentang penelitiannya tentang pengembangan industri konstruksi Indonesia dan analisisnya tentang teknologi konstruksi untuk mendukung industri konstruksi di banyak negara.

Sektor konstruksi merupakan bagian dari sektor perekonomian yang berkaitan dengan konsumsi (market) dan produksi (supply) suatu bangunan gedung dan sipil (infrastruktur). Tujuan saraehan ini adalah membahas, dan merumuskan serta mendapatkan gagasan atau telaah atau pemikiran terobosan yang strategis (bermanfaat besar/ bernilai tambah tinggi/ berjangka panjang) bagi mencetak para manusia unggul di setiap bagian dari rantai pasok konstruksi Indonesia.

Expert Panel dari praktisi dan akademisi diharapkan memberikan atau menyumbangkan gagasan dan narasi yang membumi (executable) atau usulan rencana aksi yang konkrit (low hanging fruits) bagi hadirnya profesionalisme di sektor konstruksi.

Idea / gagasan/ perspektif atau pemikiran para pakar/ praktisi dan akademisi ini diharapkan menjadi sumbangan kontributif bagi pengaturan, pembinaan dan pengembangan industri konstruksi Indonesia 2020-2030.

Dalam expert panel ini, penelis memberikan pandangan tentang jawaban terhadap pertanyaan sebagai berikut (a) What does the industry look like today? (b) What is our achievable expectation? (c) What are the industry root problems? (d) What are the right solution? What are the strategic actions?

Para peserta ICF ini juga diharapkan menyampaikan tulisan ringkas (kertas kerja/ position paper/ working paper) satu halaman tentang apa akar masalah industri konstruksi dan seperti apa solusi yang tepat atas akar masalah tersebut, serta ide atau gagasan atau usulan rencana aksi atau program strategis yang diyakini dapat berkontribusi untuk mewujudkan industri konstruksi yang mampu menghasilkan bangunan (gedung dan sipil) yang berkualitas, bermanfaat dan berkelanjutan. Selanjutnya dalam forum nasional ini, policy brief berserta analisis data

empiriknya akan dibahas. Sarasehan ini mengharapkan kehadiran para anggota whatsapps group Indonesia Construction Forum ICF) dan pengurus LPJKN serta para pimpinan di Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, serta para pakar/ akademisi dan praktisi di sektor konstruksi.

Narasumber :

TOONG-KHUAN CHAN (Senior Lecturer for Construction Management and Technology).

MIROSLAW J. SKIBNIEWSKI (Professor of Construction Engineering and Project Management)

Panelis :

DEWI CHOMISTRIANA, S.T., M.SC. (Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi,Kementerian PUPR).

PROF. RIZAL Z TAMIN (KK Management Rekayasa Konstruksi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan , ITB)

DR. HARI G. SOEPARTO (Indonesia Construction Forum)

ARIEF RAHMAN (BIM Manager PT PP (Persero) Tbk )

BIEMO WOERJANTO SOEMARDI, PH.D. (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi)


Related News: