Persatuan Insinyur Berbenah Songsong Kalimantan Jadi Ibukota

11 Maret 2020



Sedikitnya 300 anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kalimantan Selatan telah memiliki sertifikat keahlian. Angka tersebut relative banyak, jika dibanding dari jumlah 400 orang anggota aktif. “Alhamdulillah, anggota kami yang memiliki sertifikat kompetensi keahlian 300 orang, dan ke depan akan terus bertambah, serta berbenah diri,” ucap Ketua PPI Kalsel Prof Dr Ir H Ismet Ahmad disela Musyawarah Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Kalsel 2020 bertajuk “Optimalisasi Peran PII Kalsel menyongsong Akselarasi Kalimantan Menjadi Ibukota Negara’ di Hotel Delima Jalan A Yani Km 7, Jumat (6/3).

Mantan anggota DPR RI ini memastikan dengan sertifikasi kompetensi yang diperoleh anggota PPI, maka secara pasti sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat. Apalagi menyongsong Kalimantan menjadi ibukota Negara, khususnya dalam pembangunan infrastruktur bagi kepentingan masyarakat. “SDM anggota PPI mampu memberikan kontibusi untuk pembangunan Kalsel, terkhusus lagi ibukota Negara di Kalimantan,” tambahnya.

President Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr Ir Heru Dewanto mengatakan, PII berupaya untuk meningkatkan kontribusi dan peran serta keinsinyuran, peningkatan taraf hidup Insinyur Indonesia. “Tetapi juga Insinyur kita dituntut untuk lebih bisa mendeliver hasil engineering, manufacturing, construction, operation and maintenance yang berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan di masyarakat dan industri sebagai pengguna produk keinsinyuran,” tuturnya. Tak terkecuali, sambungnya, dengan kontribusi PII terhadap ibu kota baru yang bisa menjadi cerminan masa depan Indonesia, di Kalimantan.

Dia menyatakan pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian utama di ibukota baru. Lalu, sistem kelistrikan juga menjadi hal yang penting, jangan sampai ibu kota baru mengalami pemadaman seperti yang terjadi di Jakarta dan sebagian Jawa beberapa waktu lalu. “Infrastruktur harus terbaik, listrik juga harus 3R reliable itu dapat diandalkan, robust itu tangguh, dan resilience itu ketahanannya bagus,” ungkap Heru.

Bahkan, Ia pun menekankan perencanaan tata kotanya harus menganut konsep smart city. Selain itu, dia kembali menegaskan agar ibu kota baru menjadi cerminan Indonesia di masa depan. “Perencanaan tata kotanya, jalannya, harus smart city, harus benar-benar the future of Indonesia,” katanya. Harapan Heru Dewanto pun dengan Muswil PII Kalsel, bisa menghasilkan kepengurusan yang kuat dan lengkap serta program yang dilahirkan transformasi kepemimpinan keinsinyuran. “Jadi mari kita dukung program besar PII,” tutur Heri sekaligus merespon program pemerintah pusat.

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Kalsel H Subhan Syarief mengakui PII memiliki cakupan ilmu yang lebih luas, salah  satunya bidang jasa konstruksi, teknik sipil, dan rekayasa. ‘Yang pasti kami mendorong aturan yang sinergis, sebab mereka memiliki payung hukum UU Keinsinyuran dan UU Jasa Konstruksi yang sangat bersentuhan, termasuk kompetensi sertifikasi,” kata mantan Ketua Intakindo Kalsel ini.

Dalam kesempatan tersebut digelar Penandatanganan MoU antara PII Pusat dan PII Kalsel serta LPJK Provinsi Kalsel, sebab  mengikuti kesepakatan dari organisasi masing-masing di tingkat nasional yaitu Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kalsel, Ismet Ahmad (kanan) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Kalsel, Subhan Syarif (kiri) usai Pembukaan Musyawarah Wilayah PII Kalsel 2020 di Kab Banjar. Penandatanganan MoU tersebut bertujuan untuk meningkatkan hubungan kelembagaan kedua pihak dalam pengembangan jasa konstruksi terhadap pengujian dan penilaian kompetensi tenaga kerja konstruksi.

Sumber : http://www.baritopost.co.id/persatuan-insinyur-berbenah-songsong-kalimantan-jadi-ibukota/


Related News: