Sebanyak 2.700 badan usaha jasa konsultan konstruksi gulung tikar gara-gara Covid-19

25 September 2020



Secara nasional wabah Covid-19 telah mengakibatkan 2.700 badan usaha jasa konsultan konstruksi gulung tikar, di Banten ada sekitar 120 yang juga gulung tikar,” kata Ketua DPD Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Provinsi Banten, Ahmad Muhibbin kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, wabah virus Corona yang belum ada kepastian kapan berakhir mengakibatkan perusahaan jasa konsultan konstruksi semakin terpuruk. Keterpurukan itu timbul dikarenakan pemerintah daerah melakukan langkah refocusing anggaran kegiatan-kegiatan pembangunan yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Refocusing jelas berdampak signifikan terhadap pelaku usaha jasa konsultan kontruksi. Oleh karenanya, pemulihan kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan,” ujar Muhibbin.

Lebih lanjut, kebijakan penerapan PSBB di terapkan Pemprov Banten dapat dimaklumi dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19. “Penyelamatan ekonomi dan kesehatan harus berjalan secara beriringan, dan kurang tepat ketka muncul sebuah wacana mana dulu yang harus didahulukan, kesehatan atau ekonomi,” kata Muhibbin.

Seharusnya, kata Muhibbin, kesehatan dan ekonomi harus berjalan secara beriringan dan pemerintah diharapkan dapat membuat sebuah formula agar keduanya dapat berjalan beriringan. “Kami mengharap pemerintah pusat dan daerah harus melakukan program rescue untuk penyelamatan iklim ekonomi di bidang konstruksi,” harapnya.

Di sisi lain, berdasarkan keputusan Menteri PUPR Nomor 1410/KPTS/M/2020, Perkindo menjadi salah satu asosiasi badan usaha jasa konstruksi yang telah terakreditasi. “Keputusan tersebut mestinya menjadi acuan bagi seluruh pelaku industri kontruksi, baik pengguna jasa dan penyedia jasa dalam aktivitas pengadaan barang dan jasa di Banten,” tandasnya.

Sumber : regional.kontan.co.id


Related News: