Summary Dialog Konstruksi “What’s Next Dunia Konstruksi”

27 April 2020



Gelaran diskusi Online Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah Istimewa Yogyakarta (LPJK-DIY) didukung oleh Forum Komunikasi Asosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi Daerah Istimewa Yogyakarta (FKAPJK-DIY) dan Kamar Dagang Daerah Istimewa Yogyakarta (KADIN-DIY)  berlangsung dengan lancar dan sukses menghasilkan beberapa buah pemikiran yang cukup komprehensif untuk kemajuan dunia konstruksi khususnya dalam situasi pandemi Covid-19, acara berlangsung tanggal 25 April 2020 dan dipandu oleh Robby Kusumaharta dari KADIN-DIY. Jkt(27/04).

Dialog ini dihadiri secara online dari berbagai unsur diantaranya  : 

Ada beberapa Summary dari diskusi Online tersebut :

  1. Pemerintah DIY segera akan mengirim surat balasan kepada Forum Komunikasi Aasosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi Daerah Istimewa Yogyakarta (FKAPJK-DIY) Perihal Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa  di Lingkungan Pemerintah Daerah DIY 
  2. Perlu segera dibentuk tim bersama antara Pemerintah DIY dan Masyarakat dalam rangka mitigasi covid 19.  Tim yang sudah dibentuk 0leh KADIN DIY bersama ISEI DIY bisa diperluas lagi dengan melibatkan asosiasi-asosiasi yang terkait industri konstruksi dan pihak lain yang relevan. Tim ini akan merespon secara cepat dan integrative dalam rangka mitigasi pandemic covid 19. Tugas tim ini tidak hanya untuk level emergency dan recovery, tetapi juga untuk tahapan jangka panjang, termasuk menangkap peluang dari pusat dll.
  3. BLT yang dikoordinasikan oleh Pemerintah DIY (Dinas Nakertrans DIY) akan segera disalurkan (awal Mei 2020) kepada warga masyarakat yang memang sudah sangat membutuhkan.
  4. Data tenaga kerja perusahaan (khususnya anggota FKAPJK DIY) yang juga membutuhkan bantuan BLT dari pemerintah hendaknya segera dilengkapi datanya dan dikirim ke Dinas Nakertrans DIY.
  5. Diharapkan Pemerintah DIY segera menerbitkan penegasan payung hukum terutama tentang: (1) relaksasi kredit; (2) keringanan pajak; dan (3) penyederhanaan perijinan.
  6. Pemerintah DIY masih menghold dana cadangan untuk mitigasi covid 19 yang diambil dari banyak sumber, termasuk dari sektor Konstruksi. Kalau pandemi di DIY segera berakhir dan dana masih belum terpakai, maka dana tersebut akan dikembalikan kesektor semula, termasuk sektor konstruksi
  7. Pengembangan kreatifitas dan inovasi dari para pengusaha dan para professional harus terus ditingkatkan sehingga kondisi ini bisa menimbulkan banyak alternative sumber bisnis baru dan metode baru dalam mengembangkan sektor konstruksi. Misalnya, potensi pekerjaan desain, planning dan analisis engineering bisa dilakukan dari rumah. Oleh karena itu Pemerintah DIY (Dinas PUP-ESDM DIY) dan sektor lain serta BUMD juga perlu membuka kesempatan pekerjaan seperti ini, agar work from home (WfH) di DIY bisa lebih produktif. 
  8. Diusulkan agar tahun-tahun mendatang system pembiayaan/penganggaran proyek pengadaan barang/jasa lebih didorong dengan model multi years dan juga dibuat paketpaket yang proporsional dan bisa memberi rasa keadilan bagi perusahaan/ badan usaha jasa konstruksi di DIY yang 97 % adalah kualifikasi kecil, tentu saja tetap disesuaikan dengan regulasi yang ada.
  9. Kita harus selalu menjaga kebersamaan gotong royong – guyub rukun– dalam rangka meredam wabah covid 19 ini sehingga secepat mungkin wabah segera berakhir, insya Allah masyarakat  DIY tetap sehat sejahtera. 
  10. Dialog ini penting dan produktif, tetapi yg lebih penting lagi adalah merealisasikan hasil dialog ini.

Nara Sumber : 

  • Drs Kadarmanta Baskjara Aji  (Sekda DIY) 
  • Ir R Hananto Hadi Purnomo, M.Sc. (Kepala Dinas PUPESDM DIY) 
  • dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes (Kepala Dinas Nakertrans DIY) 
  • Dr. Ing. Ir. Widodo Brontowiyono, M.Sc (Ketua LPJK DIY)
  • Wawan Hermawan (Wakau KADIN DIY) 
  • Ir Dwiaryo Djatmiko MSi (Bendahara FKAPJK DIY) 
  • Rama Adyaksa Pradipta, ST., MT (Ketua Umum REI DIY)

Related News: