Tokoh LPJK Nasional dari Masa Ke Masa (2016-2020)

06 Maret 2020



Pada era Ruslan Rivai LPJK mengalami perubahan dan kemajuan secara signifikan baik kualitas maupun kuantitas pelaksanaan registrasi dan sertifikasi salah satunya menerapkan tertib administrasi dan teknologi pengamanan terhadap pemalsuan Sertifikat Keahlian (SKA), Sertifikasi Keterampilan (SKTK) dan Sertifikasi Badan Usaha (SBU), dengan pemberlakuan sistem pengamanan sertifikat dalam bentuk elektronik. Perlu diketahui bahwa pada perkembangannya SIKI mengalami beberapa perubahan yaitu periode 2012-2018 SIKI menggunakan perpaduan Aplikasi berbasis Desktop dan Web Base, dan periode 2018-sekarang berbasis Full Web base dengan peningkatan kemampuan SIKI yaitu sudah merubah Sertifikat fisik atau menggunakan blanko menjadi Elektronik (E-Sertifikat), dan menerapkan teknologi Paperless yaitu meminimalisir penggunaan kertas.

Berikut ini beberapa prestasi penerapan ISO di lingkungan  LPJK Nasional, dintaranya :

  1. Saat ini LPJK telah menerapkan SMKI ISO 27001-2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS, Information Security Management System) adalah sebuah standar khusus yang terstruktur tentang pengamanan informasi yang diakui secara internasional. Dalam pelaksanaan LPJK pengamanan Menggunakan teknologi SSL EV Multi-Domain yang sangat bermanfaat untuk mendukung proses bisnis LPJK terutama layanan Registrasi dan Sertifikasi SBU, SKA, dan SKTK. Perlu diketahui bahwa Secure Sockets Layer (SSL) merupakan standard Internet untuk mengamankan koneksi antara server website dengan browser client (Firefox, Chrome, Internet Explorer, dll). Semua data yang melewati link https yang diamankan oleh SSL akan di-encrypt (diacak datanya) sehingga aman dari hackers. Sehingga LPJK Indonesia pada tahun 2019 meraih Penghargaan IT Governance Award 2019 terkait penggunaan big data kategori Governance AI untuk Digital Sertifikasi Menuju 4.0, yang dihadiri oleh Kementrian Ristek serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
  2. Dalam pelayanan sertifikasi badan usaha, USBU LPJK Nasional sudah menerapkan ISO 17021:2008 yaitu penilaian kesesuaian persyaratan umum untuk badan yang mengoperasikan sertifikasi diberbagai bidang system manajemen, diimplementasikan untuk Unit Sertifikasi Badan Usaha (USBU).
  3. Dalam Pelayanan sertifikasi tenaga kerja, USTK LPJK Nasional menerapkan ISO 17024:2009 yaitu penilaian kesesuaian persyaratan umum untuk badan yang mengoperasikan sertifikasi orang, diimplementasikan untuk Unit Sertifikasi Tenaga Kerja (USTK).
  4. Untuk standar ISO Lisensi USBU dan USTK telah menerapkan ISO 17011:2011, yaitu penilaian kesesuaian persyaratan umum akreditasi dan mengakreditasi Lembaga penilaian kesesuaian, diimplementasikan untuk Lisensi USBU dan USTK.
  5. Untuk Proses Registrasi LPJK Nasional sudah menerapkan ISO 9001:2008 yaitu system manajemen mutu produk atau jasa.

Kemudian dalam rangka mendukung program pemerintah, pada periode ini LPJK telah meningkatkan kuantias dengan menambah tenaga kerja bersertifikat. Beberapa yang telah terprogram adalah program percepatan, program magang, distance learning, sertifikasi SKTK untuk SMK dan Politeknik, bukan hanya meningkatkan kuantitas, namun LPJK berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM tenaga Kerja konstruksi di Indonesia dengan pengembangan sistem informasi PPKB. yang tujuanya ialah menciptakan SDM konstruksi unggul, dalam rangka menciptakan SDM Unggul, Semua entitas Badan Usaha dan Tenaga Kerja Konstruksi harus terjamin kemampuan dan kompetensinya makastandarisasi sertifikasi diterapkan untuk menjaga mutu proses dan mutu produk sertifika serta berkelanjutan.

Sedangkan menyangkut peran LPJK Nasional dalam kiprahnya mengembangan industri jasa konstruksi dalam dan luar negeri, LPJK Nasional telah melakukan kegiatan baik dalam negeri maupun kerjasama Internasional dengan beberapa lembaga di luar Negeri, dibidang Jasa Konstruksi diantaranya :

  1. Penyelenggaraan kegiatan Konstruksi Indonesia setiap tahun , yaitu 2016, 2017, 2018 dan 2019, pada KI 2019 Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka pameran Konstruksi Indonesia (KI) gelaran ini diadakan dari tanggal 6 November hingga 8 November 2019 di Jakarta International Expo, dengan menghadirkan setidaknya 240 exhibitors dari 20 negara dari latar belakang infrastruktur jalan, jembatan, konstruksi, alat berat, teknik sipil, parking dan lainnya.
  2. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) mengikuti Trenchless Asia 2019 yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Pameran teknologi yang digelar pada 17-18 Juli 2019 ini merupakan upaya LPJK Nasional untuk ikut mendorong peran serta tenaga ahli kontruksi untuk belajar ilmu baru dari berbagai negara yang menjadi peserta pameran.
  3. Pameran material dan teknologi bangunan di Indonesia, lndobuildtech Expo 2019 resmi digelar pada 20-24 Maret 2019 di lndonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. Pameran yang digelar ke-17 kalinya ini melibatkan 621 exhibitor, 191 seminar dan workshop, 13 negara serta melibatkan 1.500 brands dari berbagai ragam produk dengan terobosan inovasi dan teknologi terbaru, IndoBuildTech Expo 2019 kali ini hadir dengan aneka ragam produk dan terobosan baru, Ini tentu jadi solusi sangat menarik bagi para pelaku usaha dan pengunjung umum untuk kebutuhan sektor konstruksi, properti dan infrastruktur.
  4. Korea Institute of Construction Technology (KICT) Construction and Technology Fair 2019, dilaksanakan di Jakarta 26 september 2019. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Korea. Selain itu diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan ada alih pengetahuan kepada Pemerintah Indonesia, Badan Usaha, Peneliti dan Ahli di bidang konstruksi dalam hal teknologi konstruksi. Tema yang diangkat pada KICT Construction Technology Fair 2019 yaitu Sustainable Global Construction Technologies, sebagai kegiatan tahunan yang diselenggarakan sejak 2016 di berbagai negara di Asia.
  5. Diadakan CCS (Coordinating Committee on Services) meeting ke 87 pada tanggal 15-17 Mei 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Adapun kegiatannya terdiri dari Round table meeting, ACPECC Meeting dan AAC Meeting. Dengan dihadiri beberapa negara diantaranya Brunei Darussalam , Kamboja, Indonesia , Laos, Malaysia ,Myanmar ,Philippines ,Singapore , Thailand dan Vietnam.
  6. LPJK atau dikenal di dunia internasional sebagai CSDB (Construction Services Development Board of Indonesia) bersama Contractor Associaton of Korea (CAK) dan Korea Institute of Construction Technology Education (KICTE) melanjutkan kerja sama dengan menggelar program pelatihan mengenai Value Engineering & Constructability yang bertempat di Korea Selatan,  dilaksanakan termin 1 26 Agustus 2018 sd 1 September 2018 dan termin II bulan Oktober 2018 di KICTE, Incheon, Korea Selatan
  7. Diadakan acara Asia Construct yang ke 21 pada tanggal 23-25 November 2016 di Tokyo Jepang . Negara Jepang sebagai tuan rumah dihadiri delegasi dari 14 negara yaitu Indonesia, Australia, Cina, Hongkong, India, Korea, Malaysia, Mongolia, New Zealand, Philipina, Singapore, Sri lanka dan Vietnam. Konferensi ini diselenggarakan untuk membahas Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan dan Pasar serta berbagi pengetahuan serta pengalaman dari industri konstruksi berkelanjutan disetiap Negara anggota. Setiap negara juga memberikan laporan dan prospek ekonomi makro dan pasar konstruksi negara-negara anggota.

Related News: