WIKA prediksi proyek dari luar negeri berkontribusi 5% dari total kontrak baru

06 Oktober 2020



PT Wijaya Karya (Persero) Tbk proyeksikan kontrak baru dari luar negeri menyumbang 5% dari target kontrak tahun ini. Sekretaris Perusahaan WIjaya Karya Mahendra Vijaya menyebutkan Hingga September 2020 kontrak baru dari luar negeri yang didapatkan sebesar Rp 112 miliar. Adapun proyek tersebut merupakan berasal dari Kepulauan Solomon untuk pembangunan Multpurpose Sport Complex.

Sementara kontrak berjalan divisi luar negeri hingga Agustus 2020 adalah sebesar Rp 6,28 triliun. Kontrak berjalan tersebut terdiri dari 13 proyek infrastruktur; jembatan, bangunan & gedung, jalan kereta api, stasiun MRT, dan proyek lain yang tersebar di UAE, Aljazair, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, Filipina, Republik Niger, dan Myanmar.

Hingga tutup tahun, Mahendra memproyeksikan omzet kontrak baru luar negeri mencapai Rp 1,06 triliun. “Kami memproyeksikan omzet kontrak baru luar negeri sekitar 5% dari total target kontrak baru tahun 2020,” ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (5/10).

Sayang ia tak merincikan proyek-proyek apa lagi yang sedang diikuti di luar negeri. Berdasarkan catatan kontan.co.id, emiten berkode saham WIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sedang mengikuti tender dengan nilai hampir mencapai Rp 20 triliun.

Sekedar mengingatkan, hingga tutup tahun, WIKA membidik kontrak baru sebesar Rp 21,3 triliun.

Mahendra juga optimis mampu bersaing dengan kontraktor lainnya dalam mendapatkan proyek-proyek lainnya di luar negeri. Salah satu keunggulan yang ditawarkan yakni proyeknya tetap terlaksana sesuai jadwal sekalilun di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, dalam menjalankan suatu proyek baik di dalam maupun luar negeri, WIKA selalu menekankan konsep BMW (Biaya, Mutu, Waktu). “Artinya, kami berkomitmen agar setiap proyek yang kami kerjakan bisa selesai tepat waktu, memiliki kualitas yang unggul, tetapi tanpa mengorbankan aspek efisiensi dan efektivitas. Hal inilah yang membuat kami dapat bertahan dalam persaingan di bidang konstruksi sampai saat ini,” paparnya.

Mahendra menjelaskan WIKA telah menyiapkan skenario yang dituangkan dalam protokol praktis guna menghadapi kondisi adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi seperti saat ini. Skenario disusun dalam beberapa protokol untuk menjadi panduan bagi seluruh karyawan, para mitra dan seluruh pemangku kepentingan.

Tujuan dari penyusunan cetak biru itu ditujukan untuk mengembalikan produktivitas dan efektivitas kerja, pemulihan aktivitas ekonomi, hingga meng-katalis pekerjaan proyek dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan ketat berkenaan dengan keberlangsungan usaha yang diterapkan oleh Pemerintah.

Adapun skenario adaptasi kebiasaan baru yang telah disiapkan antara lain; penerapan protokol kesehatan penerapan digitalisasi teknologi konstruksi secara terpadu dan terintegrasi, manajemen proyek yang efektif-efisien.

 

Sumber artikel : KONTAN.CO.ID 


Related News: