Arbitrase sebagai Solusi Penyelesaian Sengketa

05 Maret 2018



Berkembang pesatnya pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan dukungan sistem untuk menyelesaikan sengketa di bidang konstruksi. Pelaku jasa konstruksi pada akhirnya didorong menggunakan cara arbitrase sebagai langkah alternatif penyelesaian sengketa.
“Menurut UU No. 2 Tahun 2017, penyelesaian dalam sengketa kontrak konstruksi adalah dewan sengketa dan telah disebutkan disepakati antara para pihak yang melakukan perjanjian,” jelas Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional, Ruslan Rivai saat membuka Workshop Nasional Pemahaman Dasar Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa dalam Kontrak Kerja Konstruksi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin, (5/3/2018).
Sementara itu Ketua Institut Arbiter Indonesia (IArbI), Agus G. Kartasasmita menuturkan bahwa upaya arbitrase adalah upaya agar perselisihan tidak dibawa ke meja hijau atau pengadilan. Hal ini pula yang mendasari lahirnya UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Workshop juga menghadirkan narasumber A.R. Kendista Wantah dari lembaga arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa yang berada di luar negeri, Singapore International Arbitration Center (SIAC), dimana tercatat dalam data laporan SIAC tahun 2016, Indonesia tercatat sebagai negera urutan ke 4 yang menggunakan jasa SIAC setelah India, China dan USA.
Setelah workshop sehari yang diikuti oleh LPJKP se-Indonesia, Pemerintah, Asosiasi Profesi, Asosiasi Perusahaan, BUMN/BUMD serta Perusahaan Swasta Nasional/Asing , LPJK Nasional dan IArbI melanjutkan kerjasamanya dalam rangka penyediaan tenaga arbiter diseluruh Indonesia melalui serangkaian tahapan, dimulai dari pelatihan dasar yang digelar pada 6-7 Maret 2018 dan dilanjutkan 13-14 Maret 2018 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.


Related News: