Pembukaan Indonesia Infrastructure Week-Konstruksi Indonesia- Beton Indonesia

24 November 2020



Pembukaan Infrastructure Week – Konstruksi Indonesia – Beton Indonesia 2020 resmi dibuka pada Selasa, 24 November 2020 dan siarkan secara Online, tentunya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena kondisi pandemi covid-19, rangkaian kegiatan Indonesia Infrastructure Week (IIW) kali ini harus dilaksanakan  secara virtual. Indonesia Infrastructure Week digelar bersamaan dengan kegiatan Konstruksi Indonesia dan Beton Indonesia dalam satu platform digital yaitu Infrastructure Connect 2020. Meski tanpa pameran fisik, namun, semangat kita tidak berkurang untuk tetap menyelenggarakan even akbar ini yang memasuki tahun ke delapan, kegiatan ini dibuka oleh Bapak Basuki Hadimuljono – Menteri PUPR RI beserta jajaran di Kementerian PUPR, dan dihadiri juga oleh Ruslan Rivai, Ketua Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional, Erwin Aksa, WKU Bid. Konstruksi dan Infrastruktur KADIN Indonesia, dan Agus Wantoro, Ketua Umum Asosiasi Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) serta masyarakat Jasa Konstruksi. jkt (24/11)

Pada pembukaan ini Ruslan rivai selaku ketua LPJK Nasional menyampaikan Kegiatan yang berlangsung setiap tahun ini, terlaksana melalui  kerjasama antara Kementerian PUPR, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Kegiatan KI 2020, merupakan kegiatan KI terakhir yang dilaksanakan oleh LPJK periode 2016 – 2020. Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri PUPR serta jajarannya atas kepercayaan kepada kami untuk menyelenggarakan event ini yang bermanfaat sebagai ajang pertemuan tukar menukar informasi dan bisnis diantara masyarakat konstruksi yang dapat memperkuat rantai pasok konstruksi, yaitu pembiayaan, sumber daya manusia, material, peralatan dan teknologi konstruksi.

KI 2020 mengambil tema “Inovasi Jasa Konstruksi dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional”, diharapkan seluruh masyarakat jasa konstruksi dapat bahu membahu untuk menemukan berbagai cara dan inovasi teknologi yang akan mendukung kebijakan Bapak Presiden untuk tetap melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur dalam era tatanan hidup normal.

Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 24 November – 3 Desember 2020, dan dikemas dalam bentuk pameran yang diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri, rangkaian seminar yang akan membahas berbagai inovasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan konstruksi, serta digitalisasi jasa konstruksi.

Tercatat ada 40 exhibitor yang terdiri dari BUMN Karya, perusahaan material dan peralatan konstruksi lokal dan internasional yang berasal dari Jerman, Canada, dan Belanda. Perusahaan ini akan memamerkan produk unggulannya, seperti soil improvement technology, sistem perpipaan, integrated industrial estate dan digital asset management. Kami laporkan juga bahwa terdaftar hingga hari ini yang akan hadir pada rangkaian acara Konstruksi Indonesia 2020 yaitu sebanyak 1.500 peserta.

Pada kesempatan ini akan dilaksanakan pula launching platform digital pengalaman Badan Usaha Jasa Konstruksi dan Tenaga Kerja Konstruksi melalui Sistem Informasi Pengalaman (SIMPAN), yang telah dikembangkan oleh Ditjen Bina Konstruksi. Sistem ini telah terhubung (interoperable) dengan Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) yang dikelola oleh LPJK. Kami yakin sistem ini akan meningkatkan daya saing dari BUJK dan TKK nasional, dan meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dari pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, SIMPAN telah terhubung dengan seluruh data sertifikasi elektronik BUJK dan TKK, yang telah kami kembangkan selama periode kepengurusan kami, dan asset ini tentunya akan kami serahkan kepada Pemerintah.

Harapan ketua LPJK Nasional adalah Kegiatan Konstruksi Indonesia 2020, dan Indonesia Infrastructure Week 2020, sekaligus Launching Platform Digital Pengalaman Badan Usaha dan Tenaga Kerja Konstruksi menjadi ajang meningkatkan semangat masyarakat jasa konstruksi keluar dari jerat dampak pandemi dan terus memberikan kontribusinya  dalam menciptakan lapangan kerja dan dalam pemulihan ekonomi nasional.

 


Related News: