Refleksi Fungsi LPJK dalam Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

04 Mei 2020



Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2020 tahun ini dihadapkan pada suatu suasana yang cukup memprihatinkan yaitu adanya wabah pandemi Covid-19, sehingga sistem pendidikan regular terganggu, yaitu diliburkannya semua aktifitas belajar mengajar secara tatap muka sehingga memaksa kita untuk kreatif dan inovatif, dimana Pendidikan tidak boleh berhenti, untuk itu bermunculan teknologi belajar online dirumah atau jarak jauh. perlu diketahui bahwa Pendidikan bisa mewujudkan anak bangsa yang Kompetitif, Inovatif, dan Berkarakter. sehingga akan tercipta sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dimasa depan. Jkt(04/05)

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan Salah satu tugas pokoknya adalah Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi, dimana Pendidikan dan pelatihan  memiliki peranan amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dunia konstruksi, Pembangunan pendidikan berkualitas termasuk salah satu target sustainable development goals (SDGs) untuk mendorong kesejahteraan semua kalangan. Upaya yang dilakukan LPJK diantaranya yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, memiliki pengetahuan dan skill yang relevan, termasuk technical and vocational skills, agar mampu memperoleh pekerjaan layak

Bentuknya Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan LPJK diantaranya Pelatihan asesor AKBU maupun Pelatihan Asesor AKTK yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga-tenaga asesor yang berkompeten di bidang jasa konstruksi yang memenuhi persyaratan dan akreditasi dari LPJK (kepemilikan asesor bersertifikat) untuk kemudian ditugaskan pada unit sertifikasi badan usaha, selain pelatihan tenaga asesor, LPJK juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan langsung terhadap para pelaku jasa kontruksi seperti pelatihan keterampilan Tukang, arsitektur dan lain sebagainya.

Terkait wabah Covid-19 LPJK Nasional telah mengeluarkan panduan Uji Teknis Sertifikasi dan Registrasi SKA/SKTK Program kerjasama dengan Balai Secara Daring (Online) dalam upaya mencetak tenaga kerja atau SDM yang bermutu dan handal, pelaksanaan sertifikasi SKA/SKT dapat dilaksanakan dengan moda tatap muka atau moda daring atau moda kombinasi tatap muka dan daring. Mengingat  kondisi Darurat pandemi Covid-19, hal ini menyebabkan  kegiatan sertifikasi program kerjasama yang dilakukan secara masif dalam pengumpulan orang tidak lagi dimungkinkan. Untuk itu, Proses sertifikasi program kerjasama sebagaimana diatur dalam SE LPJK Nasional No 2 dan No 3 tahun 2020 harus dapat dilakukan sepenuhnya secara daring. 

Dengan sertifikasi secara daring maka peserta dapat mengikuti proses sertifikasi mulai dari pendaftaran hingga uji dimanapun dan kapanpun. Demikian juga untuk penyelenggaran baik Balai, unit pengusul, USTK maupun LPJK dapat melaksanakan tugasnya dimanapun dan kapanpun. Peserta dapat interaksi dengan penyelenggara dengan menggunakan video call, telepon, SIKI atau aplikasi online lainnya. Uji dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) sementara di tempat masing-masing peserta, kegiatan sertifikasi program kerjasama yang dilakukan sepenuhnya dilakukan secara daring dalam SIKI ( Sistem Informasi Konstruksi Indonesia ) dan menggunakan software Blue Jeans untuk melakukan videocall dalam proses uji kompetensi, untuk petunjuk teknis bisa di Download /diunduh di tautan : https://siki.lpjk.net 

Seluruh proyeksi masa depan sesungguhnya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai sumber kekuatan negara untuk berkembang dan maju. Mutu dalam meningkatkan pendidikan sangat penting, sebab pendidikan dapat menentukan kualitas SDM khususnya SDM Konstruksi, dengan demikian, peran penting pendidikan dan Pelatihan dalam pembangunan bangsa ditunjukkan sebagai upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM. SDM yang mampu menguasai IPTEK dan mengembangkannya, sehingga dapat memiliki kemampuan secara konseptual dan kemampuan secara teknis . (Mam)


Related News: