Gelar Rakornas, LPJK Siap Membangun SDM Konstruksi

09 Desember 2018


Rakornas-LPJK-2018-Kementerian-PUPR-LPJKP-LPJKN-01

LPJK.netLPJK Nasional menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dalam rangka evaluasi Program Kerja 2018 dan mempersiapkan program kerja LPJK pada 2019, bertempat di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sabtu, (8/12/2018).

Ketua LPJK Nasional, Ruslan Rivai dalam sambutannya menyebut bahwa saat ini LPJK sangat serius untuk menambah tenaga kerja bersertifikat dan program LPJK 2019 tetap focus pada SDM konstruksi. Selama 2018, beberapa program telah dilaksanakan LPJK, diantaranya adalah program magang, distance learning, sertifikasi SKTK untuk SMK dan Politeknik, pengembangan sistem informasi berbasis satu data dan pengembangan keprofesian oleh asosiasi.

LPJK sangat serius mendukung pelaksanaan UU No. 2 Tahun 2017. Tahun 2019, tepatnya Januari nanti kita akan menerapkan sertifikat digital. Saya yakin penerapan sertifikat digital ini akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat jasa konstruksi, meskipun akan timbul pro dan kontra di lapangan” ujar Ruslan.

Dalam paparan realisasi 2018, memaparkan kinerja LPJK dalam bidang kemitraan di tingkat Asia. Diantaranya adalah program Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk insinyur/engineering dan arsitek khusus untuk tenaga ahli konstruksi. LPJK juga rutin mengikuti Coordinationg Committee on Services (CCS) yang diadakan tiap 3 bulan sekali.

Kegiatan di tingkat internasional lainnya, pada 21 September 2018 lalu, LPJK juga telah menjajaki kerja sama dengan Confederation Nacional de la Construccion (CNC) Spanyol. Selanjutnya, LPJK dan CNC berkomitmen akan membentuk sebuah komite kolaborasi. Komite ini nantinya akan melaksanakan pekerjaan untuk pembentukan dan penerapan CSD di Indonesia.

Komitmen LPJK lain yang dipaparkan adalah program percepatan sertifikasi yang selama ini gencar dilakukan LPJK Provinsi bekerja sama dengan balai-balai di daerah. Sayangya, masih terdapat LPJK Provinsi yang belum sepenuhnya mendukung program ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin yang hadir membuka Rakornas ini mengungkapkan bahwa kinerja apik LPJK selama 2018 harus tetap dipertahankan.

“Kinerja LPJK pada 2018 ini saya merasa sudah cukup memuaskan. Walaupun, ketika gelaran KI 2018 kemarin, sertifikasi yang selama ini kita gencar kita lakukan masih dianggap sedikit oleh Presiden Joko Widodo. Pesan Presiden, tahun 2019 nanti kita harus kejar 10 kali lipat dari jumlah sertifikasi yang sekarang,” papar Syarif.

Terkait kelembagaan, Syarif mengungkapkan bahwa pada 2019 nanti LPJK tetap menjalankan tugas sertifikasi dan registrasi. “Tidak usaha merasa ragu untuk terus bekerja. Percayakan kepada pemerintah, pasti kami akan memberikan solusi terbaik untuk kelembagaan LPJK, karena ini juga merupakan amanah UU No. 2 Tahun 2017,” ungkap Syarif.

Rakornas LPJK 2018 berjalan kondusif dan lancer, tiap provinsi menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap rencana program kerja 2019 dan beberapa masalah yang dihadapi dalam pelayanan LPJK serta isu-isu jasa konstruksi lainnya. Hasil Rakornas berupa rumusan akan dijadikan bahan pertimbangan bagi Pengurus LPJK Nasional menetapkan kebijakan dan masukan kepada Kementerian PUPR.


Related News: