03 Oct 2018

Bersama Kementerian PUPR, LPJK Gelar Sertifikasi 7.687 Tenaga Terampil Konstruksi

Jakarta – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) bersama Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelar sertifikasi pekerja konstruksi tahap kedua, hari ini, Rabu, (3/10/2018), di Kantor Balai Jasa Konstruksi Wilayah III, Jl. Dr. Suratmo, Jakarta. Sertifikasi diikuti oleh tenaga terampil seperti tukang, mandor, drafter, surveyor, pelaksana, dan pengawas proyek. Total peserta dalam kegiatan ini adalah 7.687 orang.

Ketua LPJKN, Ruslan Rivai yang turut hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa sertifikasi merupakan bagian dari upaya percepatan pemerintah untuk memastikan kompetensi dan standar mutu pekerja konstruksi di tanah air.

Menurut Ruslan, ketika seorang tenaga terampil konstruksi diakui kompetensinya, maka ia akan memiliki daya saing. “Sertifikasi ini merupakan upaya LPJKN, LPJKP bersama Kementerian PUPR untuk memastikan tenaga terampil kita benar-benar memiliki kualifikasi yang dibutuhkan di sektor konstruksi,” ujar Ruslan.

Ruslan juga mengungkapkan bahwa pada 31 Oktober – 2 November 2018 nanti, LPJK juga akan menggelar sertifikasi gratis bagi 7.000 tenaga terampil dan sertifikasi dengan harga khusus bagi tenaga ahli muda. Kegiatan ini bekerja sama langsung dengan tiap-tiap LPJKP di setiap provinsi di seluruh Indonesia.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Syarif Burhanuddin mengungkapkan bahwa sertifikasi yang sudah digelar sejak 2017 ini telah terbukti diakui di tingkat internasional. “Sebanyak 400 tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat saat ini bekerja dalam proyek infrastruktur di Aljazair. Semuanya itu merupakan hasil sertifikasi yang dilakukan Kementerian PUPR bersama LPJK,” papar Syarif.

Syarif menambahkan, saat ini terdapat 8,1 juta tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Namun, yang memiliki sertifikat tidak sampai 10 persen. “Jadi jelas, perlu ada program percepatan sertifikasi yang tidak hanya dilakukan balai di Jakarta, namun sertifikasi harus jadi program di seluruh balai di Indonesia, tentunya bekerja sama dengan LPJKN dan LPJKP di tiap-tiap provinsi,” tegas Syarif.

Selain sertifikasi, acara yang rencananya dihadiri Presiden Jokowi ini juga mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keahlian Konstruksi yang diikuti 429 peserta dari Kementerian PUPR dan perusahaan konstruksi. Bimtek dibagi dalam 4 bidang keahlian konstruksi, yakni Manajemen Konstruksi (MK), Administrasi Kontrak (AK), Sistem Manajemen dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Beton Pracetak Prategang Jalan Layang/Elevated.