Buka Sertifikasi, Ketua LPJK Tegaskan Tenaga Kerja Konstruksi Vital untuk Pembangunan Infrastruktur

17 Maret 2019


Sertifikasi Tenaga Terampil LPJK Nasional - 3-01

Jakarta, LPJK.net – Ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai membuka program sertifikasi tenaga terampil di area Gelora Bung Karno (GBK), dalam Construction Fun Day 2019 hari ini, Minggu, (17/3/2019). Sertifikasi ini merupakan upaya LPJK untuk mendorong tenaga kerja konstruksi bersertifikat sehingga tenaga kerja konstruksi menjadi SDM yang berdaya saing.

Dalam pembukaan sertifikasi hari ini, Ruslan mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja konstruksi yang telah memiliki sertifikat keahlian di Indonesia masih minim. Dari 8,3 juta pekerja konstruksi di Indonesia, hanya 616.000 atau sekitar 7,4 persen di antaranya yang telah bersertifikat. Sertifikat terdiri dari sertifikat tenaga kerja tingkat terampil dan tingkat ahli dimana porsi tenaga ahli baru sebesar 27%.

“Pada tahun 2019, LPJK bersama Kementerian PUPR terus melakukan program ini dan mentargetkan jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat mencapai 212.000 orang,” ungkap Ruslan saat membuka sertifikasi tenaga terampil di depan booth LPJK Nasional,” ungkap Ruslan.

Menurut Ruslan, fungsi tenaga terampil di tanah air tidak bisa diremehkan. Tenaga terampil adalah aktor tanpa tanda jasa di balik suksesnya pembangunan infrastruktur di tanah air.

Sementara itu, Ketua Unit Sertifikasi Tenaga Kerja LPJK Provinsi DKI Jakarta, Haryanto Simanjuntak mengungkapkan bahwa metode yang digunakan di sertifikasi tenaga terampil hari ini ini adalah metode observasi.

“Metode yang digunakan asesor hari ini, ada 8 asesor, pakai metode observasi. Metode observasi ini langsung demonstrasi pekerjaan,” ujar Haryanto.

Ditambahkan Haryanto, tenaga terampil yang mengikuti sertifikasi hari ini adalah tukang batu, keramik, cat dan plumbing dengan total 250 peserta.


Related News: